Penciptaan Manusia

Assalaamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuh. Para pembaca yang kami banggakan semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala Aamiin. Pada kesempatan kali ini kami akan sampaikan sebuah Materi tentang Penciptaan manusia.

Proses Penciptaan manusia

Untuk sekedar kita sadari semua bahwa kita ini siapa? Dari mana? Ada di mana? Dan kahirnya mau ke mana? Pertanyaan ini tidak butuh jawaban. Sebab pertanyaan tersebut ada pada diri kita masing-masing. Mari kita semua berpikir bahwa kita dulu tidak ada di dunia ini, tapi sekarang kita menjadi ada dan menjadi sebagai penghuni dunia. Lalu kemudian kita semua ini akhirnya mau kemana? Menurut penjelasan yang terdapat dalam Al-qur’an bahwa proses penciptaan manusia ini ada dua tahap yang beda. Yakni tahap pertama disebut dengan primordial. Kemudian tahap yang kedua ialah “biologi”.

Primordial

Pada tahapan yang ini saat awal mulanya manusia diciptakan dari sari pati tanah lalu kemudian diberinya ruh sampai dengan bentuk yang paling indah. Demikian ini telah diterangkan oleh Al-qur’an pada surat Al-An’am ayat tang kedua. Yang pada intinya adalah; Allah lah yang menciptakan kita manusia dari sari pati tanah. Dan selanjutnya kematian kita pun telah ditentukannya dan hanya Allah lah yang mengetahui itu. Dan masih banyak lagi uraian dan penjelasan yang Allah firmankan dalam Kitab Suci-Nya.

Dan yang Kedua Tahapan Biologi

Pada tahapan ini yakni di tahapan yang kedua yaitu biologi ini sudah menjadi sunnatullah. Atau sudah manajdi ketetapan Allah melalui proses biologis ini. Perihal tersebut ada pada fisik manusia. Pada proses ini antara lain bermula dari ; Nuthfah, Rahim, ‘Alaqoh, Mudhghoh dan yang berikutnya ditiupkannya ruh. Nuthfat adalah setetes sperma yang Allah jadikan dari sari pati tanah. Rahim ialah tempat penyimpanan yang kokoh.

‘Alaqoh ialah segumpal darah yang bergantung pada Rahim. Mudhghih ialah sekerat daging yang dibalut tulang. Ditiupkannya ruh ialah setelah semua proses itu terjadi maka pada empat puluh hari ke tiga sempurna maka ditiupkannyalah ruh pada daging yang sudah sempurna membentuk manusia dalam kandungan.

Demikian ringkasan materi ini semoga manfaat.

Kunjungi : https://www.fiqih.co.id/