gejala penyakit TBC

Gejala Penyakit TBC yang Perlu Anda Waspadai Sejak Dini

Banyak orang beranggapan bahwa gejala penyakit TBC utamanya hanya batuk. Padahal ada banyak gejala yang bisa menjadi penanda penyakit TBC selain batuk. Pada kesempatan ini kita akan mencoba membahas lebih lengkap apa saja yang menjadi gejala dari penyakit TBC.

Dibandingkan jenis penyakit pernafasan lain, penyakit TBC termasuk yang paling mematikan. Bahkan penyakit ini masuk dalam 5 besar infeksi yang paling mematikan di dunia. Sementara Indonesia sendiri saat ini ada di urutan ketiga jumlah terbanyak penderita TBC di dunia.

Penyakit ini dikenal memerlukan proses cukup rumit untuk bisa sembuh. Diperlukan proses terapi dan pengobatan ekstra rutin selama beberapa bulan untuk bisa dinyatakan sembuh total. Bahkan pada stadium lanjut, penderita harus menjalankan terapi hingga 2 tahun untuk sepenuhnya tuntas dari keluhan.

Alasan utama mengapa penyakit ini demikian beresiko karena pengobatan dari TBC harus dilakukan dalam baku yang sudah ditentukan. Anda bisa bisa melewatkan waktu minum obat sekalipun supaya pengobatan tetap efektif. Atau Anda harus mengulang periode pengobatan dari awal, atau bahkan memperpanjang periode pengobatan.

Selain itu, banyak penderita penyakit TBC tidak menyadari keberadaan penyakit ini hingga kondisi memburuk. Gejala penyakit TBC memang relatif samar di tahap awal. Tetapi bukan tidak mungkin untuk dikenali.

gejala penyakit TBC

Berikut adalah sejumlah gejala penyakit TBC yang bisa mudah Anda kenali.

Pasien terus menerus merasa demam ringan

Demam adalah respon imun tubuh ketika sel darah putih dan sel getah bening harus bekerja ekstra melawan unsur asing termasuk bakteri Mycobacterium tuberculosis. Karena tubuh terus menerus harus bekerja ekstra menghadapi bakteri yang masuk, maka tubuh akan lebih mudah mengalami demam.

Tubuh lesu, lemah dan tidak bergairah

Ada banyak alasan mengapa pasien TBC mudah merasa lelah,lesu dan lemah. Salah satunya karena efek demam dan serangan infeksi yang menurunkan kondisi tubuh. Juga karena kerusakan paru paru pada TBC akan menurunkan level penyerapan oksigen pada tubuh. Akibatnya tubuh mudah merasa lelah, bahkan merasa masuk angin.

Tubuh semakin kurus

Pasien dengan kondisi TBC seringkali akan tampak semakin kurus. Selera makan penderita memang akan sangat berkurang. Tetapi bukan hanya itu alasannya. Mereka dengan TBC akan mengalami gangguan hormonal dan enzim. Termasuk yang bekerja pada sistem metabolisme tubuh dan proses penyerapan makanan. Ini yang kemudian menurunkan daya serap tubuh akan nutrisi dan memicu pasien menjadi lebih kurus.

Batuk tidak berhenti

Sebagaimana dijelaskan, pasien TBC akan menunjukan gejala batuk. Gangguan pada pernafasan ini terbukti menyebabkan pasien mudah merasa tenggorokan yang kering dan gatal, dorongan batuk yang kuat dan rasa sesak. Tidak setiap batuk adalah TBC, tetapi banyak aspek yang menyebabkan pasien TBC akan batuk sepanjang malam.

Muncul keringat dingin di malam hari

Keringat dingin di malam hari adalah efek dari infeksi dan mekanisme alami sistem pertahanan tubuh ketika terdapat infeksi pada organ yang krusial. Termasuk ketika tubuh tengah mengalami gejala penyakit TBC. Pasien akan mudah sekali keringat dingin, kadang disertai efek menggigil dan tubuh pegal linu berat.

Tubuh membungkuk

Ini adalah ciri lain dari penderita penyakit TBC, tubuh mereka akan cenderung membungkuk. Biasanya gejala ini muncul setelah TBC mulai berkembang dan menyerang otot penyangga paru paru. Gangguan ini membuat area dada tertarik ke dalam dan menundukan tulang punggung untuk condong ke depan.

Itulah sejumlah gejala penyakit TBC merujuk dari laman kesehatan dan herbal deherba.com. Banyak pasien tidak menyadari mereka tengah mengalami gejala penyakit TBC karena gejala-gejala yang muncul mirip dengan keluhan batuk flu biasa. Tetapi bila beberapa ciri di atas muncul bersamaan, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan intensif.